Serba Serbi Investasi Emas, Jenis, Resiko dan Kesalahan dalam investasi

Investasi Emas

Setiap orang pasti memiliki rencana keuangan masing – masing. Apakah untuk beli mobil, rumah atau biaya pendidikan anak. Namun keterbatasan gaji yang diterima per bulan menjadi halangannya. Kalau tidak pintar – pintar mengelola pengeluaran, maka tujuan keuangan tidak akan berhasil. Investasi menjadi salah satu cara untuk menambah penghasilan.

Investasi pun juga beragam, mulai dari deposito, properti, dollar, saham dan emas. Emas menjadi investasi yang rasa paling menguntungkan. Bagi Anda yang berencana investasi emas, coba baca terlebih dahulu serba – serbi menabung emas yang satu ini.

Mengapa harus emas?

Ada beragam alasan mengapa emas menjadi alat investasi. Setidaknya ada 7 alasan mengapa harus emas, seperti berikut ini:

  1. Menguntungkan

Bisa dikatakan harga emas selalu stabil, artinya harga emas cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Harga emas sendiri ditentukan dari nilai emas dan juga pasaran internasional. Dibandingkan dengan investasi saham yang beresiko dan fluaktif. Emas bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang cukup menguntungkan.

Tidak hanya menguntungkan saja, investasi yang satu ini juga terhindar dari pajak. Pasalnya, emas merupakan bahan baku. Jadi seberapapun banyaknya emas yang Anda miliki, Anda tidak akan dikenakan pajak.

  1. Aman

Tingkat privasi saat investasi emas juga cukup tinggi. Pasalnya, tidak banyak orang yang mengetahui seberapa banyak emas yang Anda miliki. Selain itu, beberapa jenis emas juga memiliki sertifikat yang diakui oleh negara dan global. Salah satunya adalah emas jenis logam mulia yang dikeluarkan oleh PT. Aneka Tambang (ANTAM).

  1. Pencairan yang mudah

Likuiditas yang dimiliki oleh emas cukup tinggi. Artinya kapan pun Anda menjualnya, maka Anda akan mendapatkan uang dengan cepat. Hal ini berbeda dengan investasi properti, di mana Anda membutuhkan pihak kedua. Belum lagi, tempat pencairan emas juga mudah ditemui. Hal ini tentunya akan sangat berguna bagi Anda yang tiba – tiba membutuhkan uang dengan cepat.

  1. Modal tidak terlalu besar

Emas yang ada di pasaran sangat beragam beratnya, dari 1 gram hingga 1.000 gram. Apabila harga emas per gramnya 450 sampai 600 ribu, maka Anda bisa mulai berinvestasi emas dengan modal hanya 450 ribu saja. Modal yang sangat rendah dan bisa dilakukan oleh semua orang.

  1. Resiko rendah

Setiap kali menabung di bank akan banyak biaya lainnya yang harus Anda bayarkan, seperti biaya admin, penarikan dan lain sebagainya. Walaupun terkesan sedikit, tetapi secara perlahan mengikis uang Anda. Terlebih lagi, bunga yang didapatkan tidak terlalu tinggi. Hal ini akan berbeda saat Anda investasi emas.

Kemungkinan resiko yang terjadi adalah inflasi. Namun tingkat inflasi yang tinggi, justru akan meningkatkan harga emas. Jadi bisa dikatakan bahwa emas menjadi investasi dengan resiko yang rendah.

  1. Mudah dialihkan

Memindahkan uang sebesar 300 juta dengan emas seharga 300 juta akan sangat berbeda. Uang sebanyak itu akan sulit dipindahkan karena volumenya yang besar. Sedangkan untuk emas Anda bisa mengalihkan ke bentuk lainnya, tanpa mengurangi nilai emas tersebut. Seperti emas batangan yang dijadikan sebagai perhiasan.

  1. Kepemilikan dan pengelolaan sendiri

Investasi emas memberikan pengelolaan dan kepemilikan aset sepenuhnya kepada Anda sendiri. Artinya, Anda bisa menggunakan emas dengan mudah, baik menjualnya atau memindahkannya.

Jenis emas untuk investasi

Kebanyakan investasi emas yang dilakukan oleh orang adalah jenis logam mulia ANTAM atau perhiasan. Tentunya keduanya memiliki cara investasi yang berbeda. Bahkan harganya pun juga berbeda.

  1. Emas batangan atau logam mulia

Logam mulia sering dikenal dengan emas batangan. Dalam kegiatan jual beli emas batangan akan ada sertifikat yang menyertainya. Sertifikat tersebut digunakan untuk menunjukan keaslian dan spesifikasi emas. Sertifikat asli hanya dikeluarkan oleh empat asosiasi pedagang logam mulia dunia yang sudah terakreditasi, yakni London Bullion Market Association (LBMA), New York Mercantile Exchange (NYMEX), Tokyo Commodity Exchange (TOCOM), dan Dubai Multi Commodities Centre (DMCC).

Di Indonesia sendiri, emas batangan yang diterima dipasaran dan globa adalah logam mulia dari ANTAM. Kadar emas yang dimiliki adalah 99.9% dengan berat 1 gram hingga 1.000 gram. Sayangnya tidak banyak toko yang menjual emas batangan sehingga Anda akan sedikit kesusahan mencarinya.

Investasi emas batangan dianggap lebih menguntungkan karena tidak adanya biaya desain. Jadinya, kalau Anda menjualnya tidak akan dipotong dengan ongkos desain seperti perhiasan. Dibandingkan dengan perhiasan, emas batangan juga mudah diterima di segala toko karena standardisasi.

Harga emas dipengaruhi oleh nilai tukar dollar. Apabila nilai dolar melemah, maka harga emas akan menurun. Selain itu, tingginya harga emas juga dipengaruhi oleh tinggi permintaan.

  1. Perhiasan emas

Investasi perhiasan emas menjadi investasi yang banyak dilakukan oleh pemula. Pasalnya, perhiasan bisa didapatkan di mana – mana. Kebanyakan harga beli perhiasan emas lebih tinggi karena adanya tambahan harga, seperti biaya pembuatan. Di mana, saat menjualnya kembali, Anda akan dikenakan potongan ongkos tersebut. Jadi semakin rumit desainnya, semakin banyak pula potongannya.

Untuk harga perhiasan emas tergantung akan berat dan kadar emas. Kadar emas sendiri dihitung berdasarkan satuan karat, mulai dari 18 K sampai 24 K. Apabila Anda memiliki emas 25 gr dengan 23 K, maka emas murni yang Anda miliki adalah 23 K / 24 K X 25 gr = 23,9 gr. Sedangkan sisanya merupakan logam campuran, bisa tembaga atau perak.

Harga perhiasan emas dengan berat dan karat yang sama, setiap toko bisa berbeda – beda. Hal ini dikarenakan campuran logam di dalamnya dan biaya desainnya. Selain itu, biasanya ada juga tambahan logam yang bisa memperkuat perhiasan agar tidak mudah rusak.

Resiko berinvestasi emas

Walaupun bisa dibilang investasi emas rendah akan resiko. Bukan berarti tidak ada resiko yang bisa Anda dapatkan. Berikut ini beberapa resiko dalam berinvestasi emas.

  1. Kehilangan

Tempat penyimpanan emas harus ditempatkan di tempat yang aman. Pasalnya, emas menjadi hal yang cukup menggiurkan untuk diambil. Kebanyakan dari orang Indonesia akan menyimpannya di dalam lemari. Hal tersebut tidak masalah selama lemari memiliki kabin dan kuncinya selalu Anda pegang. Namun lebih amannya lagi, Anda menggunakan safe deposit box.

  1. Penipuan

Bagi investor emas pemula terkadang akan sulit membedakan kemurnian emas. Pengetahuan yang kurang ini bisa sangat merugikan. Pasalnya, akan ada banyak oknum yang tidak bertanggung jawab dan menipu dalam pemalsuan emas dan sertifikatnya.

  1. Nilai yang turun

Memang nilai emas kebanyakan meningkat. Tetapi emas juga bisa mengalami yang namanya oksidasi. Oksidasi inilah yang membuat warna emas memudar. Hal ini terjadi karena Anda tidak merawatnya dengan baik. Emas yang tak terawat dengan baik bisa menyebabkan nilai tukar menjadi rendah.

Langkah berinvestasi emas

Investasi emas perhiasan bisa sangat mudah dilakukan. Caranya cukup dengan membelinya di toko dan menjualnya kembali pada season emas naik. Jadinya ongkos potong tidak terlalu tinggi. Namun bagaimana dengan emas batangan? Bagi Anda yang tertarik berinvestasi logam mulia, berikut langkah tepatnya.

  1. Pastikan tujuan investasi emas Anda jelas

Setiap orang yang melakukan investasi, pastinya memiliki tujuan yang berbeda – beda. Tidak hanya untuk mencari keuntungan, bisa saja sebagai tabungan untuk kebutuhan masa datang. Hal ini juga berlaku saat berinvestasi emas. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk investasi, pastikan terlebih dahulu apa tujuan yang ingin Anda capai.

Misalnya, investasi yang dilakukan digunakan untuk beli rumah atau kendaraan. Maka investasi emas bisa menjadi solusi karena harganya relatif terus naik. Namun tetap saja, belilah emas yang sesuai dengan kadar kemampuan Anda.

  1. Selalu periksa harga emas

Setelah memiliki tujuan yang pasti untuk berinvestasi emas, jangan terburu – buru untuk membelinya. Pastikan dulu harga logam mulia yang ada di pasaran. Internet bisa menjadi platform untuk mengecek harga emas. Ada banyak situs yang memberikan harga emas saat ini. Salah satunya adalah situs resmi PT. ANTAM. Selain memeriksa di internet, Anda bisa mengecek di toko – toko emas tertentu atau Pegadaian.

Memeriksa harga logam mulia sangat penting untuk menentukan apakah Anda harus membeli atau menjual emas. Apabila harga sedang turun menjadi waktu yang pas untuk mulai investasi. Pasalnya, prinsip investasi emas adalah beli saat turun, jual saat naik.

  1. Tentukan besaran emas yang akan dibeli

Setelah mengetahui harga logam mulia, sudah waktunya Anda menentukan besaran emas yang akan dibeli untuk investasi. Langkah yang satu ini harus benar – benar diperhatikan. Selain itu, tentukan juga waktu pembelian emas yang Anda lakukan sebagai bentuk investasi. Jadi, misalnya Anda membeli emas setiap bulan dengan berat 10 gram.

Di mana harga emas tersebut berkisaran 500 ribu per gramnya, maka setiap bulan Anda harus mengeluarkan uang 5 juta untuk investasi emas. Belum lagi, emas menjadi jenis investasi jangka panjang. Jadi, misalnya Anda investasi selama 1 tahun, maka Anda sudah menabung sebesar 60 juta.

Nilai itupun hanya berupa angka pembelian saja dan belum dihitung dengan harga kenaikan emas. Pastinya, harganya akan lebih dari 60 juta.

  1. Tentukan di mana Anda akan membelinya

Tempat beli emas harus benar – benar diperhatikan. Pastikan Anda beli emas di tempat yang resmi. Pasalnya, tak jarang kasus penipuan saat pembelian emas. Jangan mudah percaya pada tempat yang memberikan proses cepat hanya memberikan sertifikat saja. Setidaknya ada beberapa tempat yang memang sudah terjamin keamanannya.

Pertama adalah PT. Pegadaian yang memberikan kemudahan membeli emas, baik secara tunai atau kredit. Bahkan keasliannya juga tidak perlu diragukan. Anda bisa memilih jenis pegadaian syariah atau konvensional. Cabang kantor Pegadaian juga ada di mana – mana dan bisa melayani selama 24 jam. Kebanyakan emas yang dijual di Pegadaian adalah emas ANTAM.

Tempat pembelian emas kedua adalah Kantor Pusat ANTAM. Enaknya beli emas langsung dari tempat ini adalah prosesnya yang cepat. Walaupun memang harganya lebih tinggi, namun keaslian emas dan sertifikatnya tak perlu diragukan.

Tempat ketiga membeli emas adalah Bank Syariah, seperti BNI, BRI atau Mandiri Syariah. Membeli emas di Mandiri Syariah akan ada banyak pilihannya, mulai dari 10 gram hingga 500 gram. Pembeliannya pun juga bisa dilakukan secara kredit. Dengan uang muka hanya 20% saja. Syaratnya pun hanya foto copy KTP dan NPWP.

Keempat, tempat membeli emas adalah PT. Pos Indonesia. Bahkan sudah ada 200 kantor Pos di Indonesia yang bekerja sama dengan PT. ANTAM. Pembelian emas di kantor Pos bisa dilakukan mulai dari 0.5 gram hingga 50 gram.

  1. Saat membeli periksa kondisi emas

Saat membeli emas, selalu periksa kondisi emas terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda memeriksa langsung di tempat jual emas tersebut. Hal yang patut diperiksa adalah keaslian dari emas tersebut. Kemudian Anda juga harus teliti dalam mengecek kondisi emas, apakah masih dalam keadaan mulus atau cacat. Pasalnya, emas yang memudar warnanya bisa menurunkan nilai harganya.

Anda bisa mengajak orang yang mengerti akan emas saat membelinya. Hal ini menghindarkan Anda dari penipuan. Selain itu, lakukan investasi emas dengan membelinya langsung di tempat resmi yang telah disebutkan di atas.

  1. Simpan emas di tempat yang aman

Setelah memiliki emas untuk investasi jangka panjang Anda, jangan lupa simpan emas Anda ditempat yang aman. Ada beberapa tempat yang sangat aman untuk menyimpan emas, seperti brankas baja. Selain itu, Anda juga bisa menyimpannya di jasa penyewaan kotak penyimpanan harta dan surat – surat berharga. Jasa ini biasanya ditawarkan oleh pihak bank dan pegadaian.

Kesalahan dalam investasi emas

Walaupun bisa dikatakan investasi emas cenderung mudah, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sedikit kesalahan saja bisa sangat merugikan. Berikut ini beberapa kesalahan yang wajib dihindari.

  1. Tidak mengecek kemurnian emas

Berinvestasi emas perhiasan tentunya 100% bukan emas murni, ada campuran logam lainnya di dalamnya. Hal ini berbeda dengan logam mulia. Oleh karena itu, emas batangan bisa menjadi bentuk investasi yang lebih menguntungkan dibandingkan perhiasan.

  1. Tempat penyimpanan tidak memadai

Emas menjadi barang yang mudah untuk dipindahkan dibawa. Hal ini membuat resiko emas hilang atau dicuri sangat besar. Apabila Anda memutuskan untuk berinvestasi emas, pastikan memiliki tempat penyimpanan yang khusus.

  1. Tidak membandingkan harga emas

Membandingkan harga menjadi cara terbaik sebelum investasi emas dilakukan. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan harga terbaik. Jangan sampai rugi karena harga emas yang naik. Bahkan, ada beberapa pihak tak bertanggung jawab yang menaikan harganya karena kurangnya pengetahuan Anda akan pergerakan harga emas.

  1. Tujuan investasi salah

Kebanyakan dari kita akan membeli emas perhiasan untuk terlihat lebih menarik saat hadir ke suatu acara. Untuk investasi emas alangkah baiknya adalah emas batangan. Pasalnya, logam mulia jauh lebih menguntungkan. Anda tidak akan mendapatkan biaya desain saat menjualnya kembali.

Untuk bisa mendatangkan keuntungan, emas bisa Anda simpan selama 2 tahun atau lebih. Emas bukan menjadi investasi yang baik apabila ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Bisa dikatakan, emas menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan, seperti biaya pendidikan, naik haji atau membeli rumah.

  1. Tidak memantau harga emas

Grafik harga emas memiliki peranan yang penting. Pasalnya, hal tersebut digunakan untuk melihat apakah Anda harus menjual atau membeli emas. Pastikan bahwa Anda menjual emas saat harga sedang naik dan membelinya saat harga sedang turun.

Itulah beberapa serba serbi investasi emas bagi Anda yang memang ingin memulai berinvestasi. Walaupun dirasa mudah, namun banyak pertimbangan yang harus diperhatikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *