Mengenal Investasi Jangka Panjang dan Pendek yang Menguntungkan

investasi jangka pendek

Baik investasi jangka Panjang ataupun investasi jangka pendek bisa menjadi solusi untuk membuat seseorang menjadi kaya. Keduanya sama-sama bisa memberikan keuntungan yang besar, asalkan memahami bagaimana cara memainkannya, dengan memilih jenis investasi yang benar sampai waktu membeli investasi tersebut dengan tepat.

Ambil contoh, Anda ingin melakukan investasi saham sebaiknya beli saham saat harganya sedang turun. Jangan pernah membelinya saat harganya sedang naik. Namun untuk mengetahuinya, Anda harus mempunyai kemampuan untuk membaca bagaimana pergerakan harga jual saham itu sendiri.Maka dari itu, bagi para pemula seharusnya tidak mengalokasikan anggarannya secara langsung ke investasi saham. Tapi jika anda ingin tetap berinvestasi saham, alangkah baiknya pilih jenis reksadana saham.

Namun, bagi Anda yang ingin berinvestasi alangkah baiknya mengetahui penjelasan perbedaan mengenai investasi jangka Panjang dan investasi jangka pendek terlebih dulu. Baiklah, Kami akan jelaskan mengenai penjelasan perbedaan kedua investasi tersebut terlebih dulu!

Perbedaan Investasi Jangka Pendek Vs Investasi Jangka Panjang

  1. Perbedaan Jumlah Modal
  • Jangka Pendek

Dengan modal seadanya, Anda sudah bisa mengikuti investasi jangka pendek. Dengan demikian, keuntungannya bisa Anda manfaatkan untuk kebutuhan yang lainnya. Tak hanya itu, ada jenis instrument investasi jangka pendek dengan budget hanya ratusan ribu saja per bulannya.

  • Jangka Panjang

Karena keuntungannya lebih besar, Anda juga harus mempersiapkan dana cukup besar jika ingin terjun langsung ke dalam investasi jangka Panjang. Namun sebenarnya tidak masalah jika Anda memilih investasi jangka Panjang lewat modal yang sedikit. Namun keuntungan yang didapatkannya juga akan sedikit. Maka dari itu, jika Anda sudah tahu bagaimana cara memainkan instrument investasi dalam jangka Panjang, tidak ada salahnya mengalokasikan 20% saja dana yang dimiliki ke jenis investasi ini.

  1. Perbedaan Resiko
  • Jangka Pendek

Investasi jangka pendek biasanya bergerakannya lebih cepat sehingga lebih beresiko jika dibandingkan dengan jangka Panjang. Jenis investasi ini pasalnya bisa dipengaruhi kondisi-kondisi yang tidak terduga, seperti tingginya fluktuasi. Sehingga bisa dikatakan sedikit tak menentu. Di samping itu, perolehan return juga lebih kecil daripada investasi dalam jangka Panjang. Walaupun demikian, investasi dalam jangka pendek ini tetap menawarkan keuntungan menggiurkan.

  • Jangka Panjang

Bagi Anda yang sudah memahami seluk beluk dan permainan investasi, tentu sudah tahu jika semakin besar jumlah modal yang dikeluarkan, maka semakin besar juga return yang diperoleh. Sama halnya juga dengan lamanya Anda menginvestasikan uang, jadi semakin besar uang yang diinvestasikanĀ  maka nilai return-nya pun akan semakin tinggi.

Beruntungnya lagi, resiko investasi jangka Panjang lebih kecil dibandingkan investasi dalam jangka pendek, mengingat pergerakan uangnya memang tidak terlalu cepat.

  1. Perbedaan Tujuannya
  • Jangka Pendek

Investasi dalam jangka pendek sangat ideal bagi Anda yang memerlukan uang dalam waktu yang cepat, misalnya saja ingin liburan ke luar negeri dalam 2 tahun ke depan. Karena namanya jangka pendek, tentu merupakan pilihan yang ideal untuk memenuhi keperluan dalam waktu singkat.

  • Jangka Panjang

Tujuan dari investasi jangka Panjang ialah untuk masa mendatang. Dengan demikian, instrument investasi ini biasanya cocok untuk mempersiapkan anggaran saat pensiun nanti. Bagi Anda yang ingin hidup nyaman di masa tua tanpa dipusingkan dengan masalah uang, wajib mempunyai investasi jangka Panjang. Apalagi keuntungan yang didapat juga terbilang sangat menggiurkan.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Setelah membahas perbedaan antara kedua investasi di atas, selanjutnya kita akan membahas tentang jenis-jenis investasi jangka Panjang. Berikut instrument investasi jangka Panjang yang bisa Anda ikuti, diantaranya :

  1. Tanah dan Bangunan

Salah satu instrument investasi jangka Panjang yang menguntungkan dan bernilai tinggi ialah property, baik itu tanah maupun bangunan. Keduanya merupakan investasi yang sangat menguntungkan, sebab bangunan dan tanah harganya terus meningkat setiap tahun. Karenanya, jika Anda mempunyai investasi jangka Panjang ini Anda akan memperoleh peluang usaha yang menjanjikan. Persoalannya, investasi jenis ini memerlukan anggaran yang besar, karena harga rumah saat ini sudah menginjak ratusan juta rupiah sampai miliaran rupiah. Walaupun demikian, Anda bisa memanfaatkan cicilan pembelian properti untuk membantu Anda memiliki properti sesuai keinginan.

  1. Emas

Emas termasuk investasi jangka Panjang yang banyak dilirik. Hal ini dikarenakan nilai emas yang stabil menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Bahkan harga atau nilainya selalu naik tiap tahun. Di samping bernilai jual tinggi, investasi emas juga ternyata aman dalam setiap keadaan. Mengingat harga emas yang semakin melambung, maka bila Anda berinvestasi hingga 5 tahun saja, Anda pun akan memperoleh keuntungan berlipat.

  1. Reksadana

Reksadana adalah surat berharga yang biasanya menjadi bukti asset atau klaim. Reksadana bisa dijadikan investasi yang menguntungkan sebab menawarkan banyak keunggulan. Keuntungan dari reksadana itu sendiri bisa dilihat dari banyaknya pilihan jenis reksadana yang bisa diambil para investor, seperti pasar uang, obligasi, atau saham. Sebagai investor, Anda cukup memilih jenis instrument investasi mana yang paling tepat dengan resiko tak terlalu besar.

  1. Asuransi

Bila Anda ingin meminimalisir resiko kerusakan atau kehilangan suatu benda, asuransi merupakan pilihan paling ideal. Tak hanya bisa mendapatkan perlindungan atau proteksi, dengan memilih asuransi maka Anda juga bisa mendapatkan investasi menguntungkan. Seringkali asuransi yang dijadikan investasi ialah asuransi unit link dan dwiguna.

Jenis Investasi Jangka Pendek

Untuk jenis investasi dalam jangka pendek sendiri, diantaranya sebagai berikut :

  1. Deposito

Jika menginginkan pengembalian investasi dengan cepat dan persentase bunga lebih tinggi, jenis instrument investasi yang bisa Anda ambil adalah produk deposito. Hanya saja, kekurangan investasi ini Anda tak bisa leluasa mengambil yang deposito karena investasi jeni ini hanya dapat diambil sesuai jangka waktu tertentu yang sudah disepakati. Adapun cara membuka deposito prosedurnya tak jauh berbeda dari pembukaan rekening tabungan bank. Akan tetapi, biasanya setoran awalnya memerlukan dana yang cukup besar, yakni Rp. 5.000.000.

Sesudah investasi awal dikeluarkan, selanjutnya Anda bisa menyesuaikan kemampuan finansial yang Anda miliki. Deposito biasanya banyak dijalankan para pelaku usaha menengah. Hal ini dikarenakan pemutaran dalam waktu yang sudah ditetapkan bisa disesuaikan kebutuhan pokok bisnis setiap tahunnya. Selain itu, mereka juga mempunyai alasan tersendiri kenapa harus memilih investasi deposito.

  1. Tabungan Bank

Investasi dalam jangka pendek lainnya yang bisa Anda coba ialah menabung di bank. Jenis investasi ini merupakan cara paling cepat dan mudah untuk menginvestasikan uang Anda. Siapa saja bisa melakukan jenis investasi ini, baik usia anak-anak, usia remaja, sampai orang dewasa. Di samping mudah menjalankannya, investor juga bisa mengambil uang dengan mudah, sebab Anda dapat melakukannya dimana saja dan kapan saja lewat mesin ATM. Akan tetapi, perlu diingat bahwa investasi ini hanya memberikan presentasi bunga sangat kecil.

Keuntungan membuka tabungan di bank ialah Anda tidak diwajibkan atau dituntut untuk menyetorkan dana yang Anda miliki setiap waktunya. Sesudah membuka buku rekening tabungan, Anda pun bisa mengisi saldo tabungan berapa saja dan kapan saja sesuai keinginan. Jenis investasi ini pun lebih banyak diambil semua kalangan sebab lebih cepat dan lebih mudah pengambilannya.

  1. Saham

Saham termasuk jenis investasi jangka pendek, dimana saat ini banyak yang memanfaatkan investasi saham. Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan seseorang dalam perseroan terbatas atau perusahaan. Jadi, bagi pemilik saham sendiri sudah bisa dikatakan sebagai pemilik perusahaan atau owner, tergantung dari besarnya porsi dari kepemilikan perusahaan tersebut.

Bentuk saham bisa berupa secarik kertas yang langsung dikeluarkan perusahaan lalu menyatakan bahwa nama yang tercantum pada surat tersebut dan tertera dalam kertas itu ialah pemilik perusahaan yang sesuai dengan banyaknya atau berapa persen penyertaan investasi yang telah ditanamkan pada perusahaan tersebut. Apabila perusahaannya sehat, saham yang telah dibeli pun bernilai jual tinggi sebab bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

  1. Forex Trading

Instrument investasi jangka pendek lainnya ialah Forex Trading. Investasi ini mengusung konsep jual beli mata uang asing. Investasi jenis ini dikenal mempunyai resiko terbesar dibandingkan investasi jenis lainnya. Akan tetapi, walaupun beresiko besar tak sedikit orang masih tertarik menjalankannya. Alasannya mereka biasanya memegang teguh prinsip bahwa investasi yang semakin tinggi resikonya, dengan demikian nilai return-nya juga akan cukup tinggi.

Memilih Forex Trading sebagai investasi dalam jangka pendek bisa menjadi alternatif Investasi yang tepat. Caranya ialah Anda bisa membeli mata uang yang mengalami depresiasi lalu menjualnya kembali ketika mata uang yang Anda pilih harganya sedang tinggi. Melihat bagaimana cara kerja Forex Trading ini bisa dikatakan sebagai game atau permainan yang menantang yang penuh resiko. Namun dengan laba besar dan waktu yang relatif singkat, sebagian orang yang pada awalnya kurang menyukai resiko investasi ini bisa saja akhirnya tertarik menjalankan investasi ini.

Dengan kata lain, jika Anda sudah tertarik dengan investasi ini tapi tak memiliki pengalaman, maka Anda tidak perlu khawatir mengingat di Indonesia sendiri ada banyak Forex Broker yang mewadahi investor-investor untuk membekali mereka sekaligus berinvestasi. Jadi, saat Anda bergabung ke dalam salah satu pilihan broker tadi, maka Anda bisa mengikuti berbagai macam pelatihan.

Dengan banyaknya situs Forex Broker yang ada di Indonesia, biasanya mereka juga menyediakan akun yang dapat dijadikan sebagai simulasi dan latihan agar mengetahui bagaimana melakukan Jual beli mata uang asing. Lewat akun demo tersebut bisa membuat Anda melakukan trader secara nyata. Sama halnya sebelum Anda mengarungi kompetisi pertandingan olahraga, maka Anda perlu melakukan pemanasan terlebih dulu. Hal ini juga berlaku bagi trading Forex, dimana sebelum berinvestasi kita akan dilatih lebih dulu supaya tidak kaget lagi saat bergabung bersama Forex Broker.

  1. Peer to Peer Landing

Dibandingkan instrument investasi di atas, P2P Lending tergolong masih baru. Meskipun demikian, P2P lending semakin banyak diminati masyarakat. Hal ini dilihat dari perkembangannya yang semakin pesat, yakni pada tahun 2018 tumbuh sekitar 32% dibandingkan pada tahun 2017.

P2P lending bisa dikatakan sebagai instrument investasi jangka pendek yang bisa Anda pilih karena jenis investasi ini bisa memberikan keamanan, kemudahan, serta keuntungan. Akan tetapi, Anda dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda jika menerapkan sistem compounding, yang mana bunga imbal hasil dari investasi yang diperoleh terus menerus dapat diinvestasikan kembali.

Tips Memilih Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek biasanya tak menghasilkan laba yang besar. Meskipun demikian, tidak berarti tak ada instrument investasi dalam jangka pendek yang dapat memberikan keuntungan besar. Untuk Anda yang tertarik melakukan investasi dalam jangka pendek dengan keuntungan yang besar, harus mencermati dengan baik investasi yang akan dilakukan, harus siap dengan resiko yang Anda tanggung dan cepat melihat bagaimana kondisi pasar.

Investasi dalam jangka pendek pada dasarnya ialah cara untuk menggapai tujuan finansial yang Anda inginkan. Karena itu, penting sekali untuk memahami investasi tersebut dengan baik sebelum memilihnya supaya tujuan finansial yang Anda inginkan pun dapat tercapai. Dengan perencanaan finansial yang baik dari sejak dini berdampak tidak langsung pada keuangan Anda di masa mendatang. Karena itu penting sekali meneliti investasi dengan baik. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih investasi dalam jangka pendek, diantaranya :

  1. Cek Kondisi Finansial

Cek kondisi finansial Anda terlebih dulu, apakah anggaran investasi yang digunakan untuk melakukan investasi tersebut sudah dianggarkan dengan efektif ataukah belum. Apakah dana yang Anda pakai adalah bukan uang dapur dan benar-benar uang bebas? Anda harus ingat bahwa setiap investasi pasti mempunyai resiko. Dimana resiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar pula. Jangan sampai uang untuk investasi justru menjadi faktor kehancuran kondisi finansial Anda saat investasi yang Anda lakukan tak sesuai harapan.

  1. Pahami dan Kuasai Ilmunya Lebih Dulu

Saat memperoleh tawaran investasi dalam jangka pendek, sebaiknya tidak langsung terburu-buru menempatkan dana yang Anda miliki pada investasi jangka pendek tersebut. Sebaiknya pahami dulu tentang produk-produk investasi yang bisa Anda ikuti dalam jangka pendek. Anda harus menggali banyak informasi mengenai investasi ini terlebih dulu. Sebelum Anda berinvestasi dengan benar, sempatkan waktu untuk melakukan riset. Minimal ketahui rekam jejak investasi, profil, kredibilitas, perhitungan laba dan ruginya, serta yang lainnya. Jadi, jangan sampai terjebak dengan investasi yang abal-abal, sehingga dana yang Anda keluarkan pun sia-sia.

  1. Jatuh Bangun, Dimulai dari Resiko Terlebih Dulu

Hal yang wajar jika Anda ingin memperoleh keuntungan atau laba dengan cepat. Tapi ingat, bahwa setiap investasi memiliki resiko. Dan resiko inilah yang perlu dipahami terlebih dulu. Laba cepat yang mereka tawarkan memang sangat menggoda, tapi sebaiknya tanyakan juga apa saja resiko yang terjadi jika Anda menginvestasikan produk tersebut.

Kesalahan dalam Berinvestasi yang Wajib Dihindari

Selain tips-tips di atas, pahami juga beberapa kesalahan yang seringkali dibuat seseorang saat berinvestasi, sebagai berikut :

  • Gampang Percaya Orang Lain

Salah satu faktor kenapa investasi Anda bisa mengalami kegagalan ialah karena Anda terlalu mudah percaya orang lain. Anda menyerahkan tanggung jawab dan tugas sepenuhnya pada seseorang. Hal ini justru bisa menjadi kelemahan Anda, hingga akhirnya sulit menemukan kesuksesan Anda sendiri dalam berinvestasi.

  • Terjun ke Dunia yang Belum Anda Pahami

Tak sedikit orang asal ikut-ikutan berinvestasi yang pada umumnya bukan keahliannya. Misalnya, banyak orang mencoba menggeluti usaha warnet, padahal tak mempunyai pengalaman di dunia internet. Sehingga beberapa masalah pun muncul tanpa disadari. Faktornya masalah pun didiamkan begitu saja. Sampai akhirnya warnet tersebut harus bangkrut akibat kehilangan pelanggan.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan dalam investasi jangka pendek seperti di atas, Anda bisa lebih memahami bagaimana mengatasi resiko dan kesalahan tersebut agar sukses menjalankan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *